Harga Kayu Vs Baja Ringan

Harga Kayu Vs Baja Ringan menarik untuk dibahas karena banyak yang bertanya-tanya tentang hal ini. Terlebih rangka kayu yang semakin jarang digunakan saat ini. Rangka baja ringan sudah hampir menggantikan kayu pada konstruksi atap di jaman ini. Apa penyebabnya? Kami akan bahas pada tulisan ini. Jadi, terus baca, ya, teman-teman agar kalian dapat wawasan/insight tentang konstruksi. Sehingga jika kalian akan membangun rumah ataupun konstruksi lainnya bisa memilih dengan bijak material apa yang tepat digunakan. Let’s check this out..

Ada penelitian yang dilakukan oleh teman-teman dari Universitas Malahayati tentang perbandinga baja ringan dan kayu dari sisi struktur dan anggaran biaya, lho, Mitra Amanah. penelitian ini dilakukan oleh teman kita Devi Oktarina dan Agus Darmawan dari Universitas Malahayati Lampung.

Sebelum lanjut, boleh dong mampir untuk melihat portofolio kami, silakan lihat di channel youtube kami: Pemasangan rangka atap bitumen oleh tim Amanah Konstruksi

Baca juga: Jasa cor ready mix di amanah konstruksi layanan

ANALISA PERBANDINGAN DARI SEGI ANALISIS STRUKTUR DAN ANGGARAN BIAYA

Harga kayu vs baja ringan telah diteliti oleh mahasiswa universitas malahayati menyimpulkan bahwa baja ringan lebih hemat
rangka atap baja ringan

Jadi penelitian rangka atap oleh teman-teman dari Universitas Malahayati ini yaitu untuk rangka bentangan 6 m dan 12 m dengan menggunakan kayu kelas II dan baja ringan dengan tipe atap pelana, sudut kemiringan atap 30°, penutup atap menggunakan genteng keramik dan genteng kodok. Pemodelan rangka atap yang digunakan merupakan pemodelan yang umum pengguanaannya. Dengan berdasarkan peraturan SNI No. 3434 Tahun 2008 serta menggunakan Program SAP 2000 v.15 untuk menghitung tingkat kerusakan (ratio) dan defleksi.

Seiring perkembangan jaman, kebutuhan akan kayu sebagai bahan dasar rangka atap semakin meningkat namun tidak diiringi dengan kualitas dan kuantitas kayu itu sendiri. Semakin langkanya pohon terutama pohon dengan kualitas kayu baik menyebabkan harga kayu menjadi relatif mahal. Hal ini menjadi dasar pemikiran produsen untuk menciptakan inovasi baru berupa baja ringan untuk membuat rangka atap. Pemilihan baja ringan sebagai alternatif pengganti kayu sebagai rangka atap karena baja ringan memiliki faktor keawetan, tahan rayap dan tahan karat.

BERIKUT INI POIN-POIN YANG MENYIMPULKAN HARGA KAYU VS BAJA RINGAN

Beban Baja Ringan Lebih Ringan Dari Pada Beban Kayu

Berat material dari baja ringan berkisar 6-7 kg/ , sedangkan berat material kayu mencapai 20 kg/ menjadikan konstruksi rangka atap baja ringan lebih ringan daripada rangka atap kayu.

Perbandingan berat struktur kuda-kuda yang menggunakan genteng keramik:
Bentangan 6 m, Berat Baja Ringan 467,85 Kg Sedangkan Kayu 2299,81 Kg
Bentangan 12 m, Berat Baja Ringan 1770,34 Kg Sedangkan Kayu 8220,88 Kg

Perbandingan berat struktur kuda-kuda yang menggunakan genteng kodok:
Bentangan 6 m, Berat Baja Ringan 484,86 Kg Sedangkan Kayu 2312,91 Kg
Bentangan 12 m, Berat Baja Ringan 1825,72 Kg Sedangkan Kayu 8263,81 Kg

presentase pengurangan berat kuda-kuda baja ringan terhadap kayu yang menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 79,66% dan 78,46%, sedangkan yang menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 79,04% dan 77,31%.

Biaya Menggunakan Baja Ringan Lebih Hemat Dari Biaya Menggunakan Kayu

Persentase Pengurangan harga Struktur Kuda-kuda Kayu dengan Baja Ringan untuk Masing-masing Bentang (Penutup Atap Genteng Keramik).
Bentangan 6 m, Baja Ringan Rp. 24.594.328,92, Sedangkan Kayu Rp. 26.863.804,04
Bentangan 12 m, Baja Ringan Rp. 77.429.495,51, Sedangkan Kayu Rp. 86.730.893,27

Persentase Pengurangan harga Struktur Kuda-kuda Kayu dengan Baja Ringan untuk Masing-masing Bentang (Penutup Atap Genteng Kodok).
Bentang 6 m, Baja Ringan Rp. 24.594.328,92, Sedangkan Kayu Rp. 26.863.804,04
Bentang 12 m, Baja Ringan Rp. 77.429.495,510, Sedangkan Kayu Rp. 86.730.893,27

Harga di atas merujuk pada harga baja ringan saat tahun penelitian dilakukan yaitu tahun 2013.

Dari data di atas, presentase pengurangan biaya kuda-kuda baja ringan terhadap kayu yang menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 8,45% dan 10,72%, sedangkan yang menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 27,29% dan 28,78%

Baja Ringan Lebih Tahan Lama Dari Pada Kayu

Kontraktor maupun owner lebih memilih menggunakan rangka atap baja ringan karena keawetannya, tahan terhadap korosi/karat (karena pelapisan dengan aluminium) dan rayap, serta kekuatan struktur yang lebih bagus seperti lebih kuat, lebih kaku berbanding dengan kayu, dan proses pengerjaannya yang tidak membutuhkan waktu yang lama.

Waktu Pengerjaan Rangka Baja Ringan Lebih Cepat Dari Rangka Kayu

Proses fabrikasi kuda-kuda berasal dari bahan kayu membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada fabrikasi kuda-kuda berbahan baja ringan.

Waktu untuk membuat 1 kuda-kuda berbahan kayu pada umumnya mencapai sekitar 1 hingga 2 hari dengan jumlah pekerja 2-3 orang
Fabrikasi kuda-kuda untuk 1 denah rumah misalkan ukuran 8 m x 10 m hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 hari.

Pada perhitungan perbandingan fabrikasi kuda-kuda rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu tercatat bahwa panjang bahan yang diperlukan untuk membuat rangka atap kayu lebih banyak daripada rangka atap baja ringan, hal ini dikarenakan rangka atap kayu memerlukan balok kayu lebih banyak untuk bagian kasau dan gording, sedangkan rangka atap baja ringan tidak memerlukan kasau dan gording karena reng langsung bertumpu pada kuda-kuda.

Itulah analisa perbandingan antara rangka baja ringan dan rangka kayu. Jadi, teman-teman, bijaklah dalam memilih material apa yang akan kalian gunakan untuk konstruksi kalian.

Jika teman-teman tertarik untuk menggunakan baja ringan, kami, Amanah Baja, siap membantu. Silakan hubungi kami:

Fais: 0815-8587-8367

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: copyright © amanahbaja.com